Kamis, 06 Desember 2007

Arti Sebuah Eksistensi

Thus Spoke Zarathustra buku yang menarik yang pernah saya baca.Seorang Nietzche yang sangat percaya diri mengatakan bahwa Tuhan telah Mati.Saya sampai bertanya kenapa bagi seorang yang dulunya Kristen bisa menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang yang dianggap tidak normal dalam masyarakat ( baca : gag percaya Tuhan ).Saya sangat kagum sebenarnya dengan orang-orang seperti Nietzche yang berani mendobrak tradisi dan menentang kaum jumud,golongan yang kolot yang menganggap adanya suatu kebenaran mutlak dalam diri manusia lain.Nietzche tidak pernah memperdulikan bagaimana pandangan dunia terhadapnya.Dia memikirkan dirinya sendiri tanpa harus dibebani ini itu.Nietzche sendiri telah memperlihatkan bagaimana seyogyanya manusia itu bereksistensi.

Inti dari eksistensi itu sendiri adalah :

  1. Eksistensi manusia merupakan suatu yang unik dalam dirinya.Esensi ditentukan oleh pilihan.Esensi tidak dibangun, ditentukan dan dipastikan sebelumnya. Bagaimana esensi seorang manusia,hanya dialah yang bisa menentukannya.
  2. Kebenaran bersifat eksistensial daripada proporsional atau faktual. Seperti halnya pragmatisme,kebenaran itu diciptakan, tidak ditemukan atau hidup (eksis), tidak dipikirkan, kontekstual dan relatif, tidak universal, tidak absolut, subyektif dan parsial. Pengetahuan juga tidak bersifat instrumental/praktis. Pengetahuan lebih merupakan sebuah keadaan dan kecenderungan seseseorang.
  3. Dunia tidak diperdulikan sama sekali.Tidak bermakna,absurd.Tetapi kebebasan yang merupakan eksistensi menusia itu bersifat probabilitas yang sarat makna dan transenden.Manusia adalah manusia itu sendiri.Manusia membuat dirinya sendiri.
  4. Bahwa sebuah realitas tertinggi adalah berasal dari perspektif manusia itu sendiri.Jadi,,manusia yang membentuk realitas tertinggi tersebut!

Ketika kita berbicara tentang eksistensi itu sendiri,banyak yang kurang mengerti bagaimana manusia harus bereksistensi.Yah,,,,,,ucapakan selamat pada sistem pendidikan kita yang telah berhasil menyeragamkan intelektual dan kreatifitas pelajarnya.Memang,mungkin diajarkan bahwa 1+1=2 tetapi kehidupan sebagai manusia tidak bisa diakumulasikan sesederhana itu.Bagaimana manusia berkembang dan berpikir tidak hanya ditentukan oleh satu faktor.Bagaimana seharusnya manusia menghargai diri sendiri dan juga orang lain adalah aspek yang harus diperhitungkan.Mungkin,,hal ini terjadi karena kita tidak suka dan tidak biasa berfilsafat.Sebagai manusia tidak banyak heran dan kagum dengan apa yang terjadi di sekitar sehingga kita mau-mau saja menerima peristiwa-peristiwa yang ada.Jadi jangan heran dengan congkaknya,berbenderakan kebenaran dan agama,banyak manusia membunuh dan menyiksa manusia lain yang notabene tidak lebih hina dari dirinya.........Ungkapan homo homini lupus tidak bisa dihindari.

Nietzche kadang dianggap gila dan dituding hanya berpura-pura sebagai filsuf.Tapi bagaimanapun dia telah menunjukkan kekuatan dirinya sebagai seorang manusia yang tegar dalam menentang kebiasaan-kebiasaan kuno yang mengungkung jiwa dan pikirannya.Walaupun pemikirannya agak berlebihan ( Karena bagaimanapun pribadi yang bersifat Causa Prima itu tetap ada ) tetapi beliau memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada umat manusia yaitu : Soal eksistensimu sebagai seorang manusia.Bagaimana kehidupanmu tidak ditentukan oleh orang lain tetapi ada pada genggamanmu.Semoga,,hal ini tidak membawa kita kepada sikap pragmatis tetapi harus tetap mengamalkan MLM kemanusiaan........

HIDUP KEMANUSIAAN............





3 komentar:

Irsyan mengatakan...

SALUTTTTTTTTTTT DEH BUAT KAMUUUUUUU...EMPAT JEMPOL SAYA ACUNGKAN DEHHHHH...dAH SELESAI BACA ZARATHUSTRA,,,DUH HEBATNYA....DI fEKON KAMU BISA HITUNG JARI YANG DAH BACA ITU BUKU...SENIOR-SENIOR HANYA MEMNJADIKAN RITUAL MEMBACA BUKU SEBAGAI SEBUAH TREND...DOBRAKLAH BUDAYA DOMINAN YANG ADA,,,SAYA BANGGA LIAT KAMU KELUAR DARI MAINSTREAM YANG ADA....SEMANGAT ANAK MUDA AKAN TERUS MENGALIR DALAM DIRI MEREKA YANG MERASA RESAH,,,ANAK MUDA ANAK PEMILIK SAH MASA DEPAN BANGSA...KUMPULLAH PARA GENERASI TUA YANG OPORTUNIS DI LAPANGAN FUTSAL EKONOMI DAN EKSEKUSI..MEMINJAM KATA2 gIE...COBALAH MAMPIR DI BLOGku......KONSISTENSI ADALAH HARGA MATI DALAM PERJUANGAN...TETAP SEMANGATTTTTTTTTTT.........

Irsyan mengatakan...

Eksistensialis yang dibawa oleh Nitzche dapat dibenturkan dilembaga kemahasiswaan saat ini...bahwa selama para senior menunjukan eksistensinya dengan melakukan hegemoni-hegemoni kepada para juniornya...Apakah kamu tidak merasakan hal tersebut????Dimana eksistensi dari junior yang mereka anggap kader berada dibawah bayangan-bayangan mereka,,,para juniornya tidak boleh berkembang melebih eksistensi dari para senior...Hal tersebut sangat bertentangan dengan prinsip eksistensi yang dimaksud oleh Nitzche yang kurang lebih maksudnya seperti ini Saat kamu merasa dekat dengan saya sesungguh kamu sedang jauh sedangkan saat kamu merasa jauh saat itulah kamu telah menjadi saya...Jauh sebelumnya aristoteles telah membuktikan eksistensinya dengan tidak mau berada dibawah keagungan dan kemahsyuran sang Mahaguru plato walaupun harus dicap sebagai murid pembangkang yang dilakukan dengan mengatakan "plato kukasihi, tapi aku lebih mengasihi kebenaran"...Itu sangat jauh berbeda dengan yang ada di Fekon sekarang bahwa senior menjadikan juniornya berada dibawah bayang-bayang mereka,,walau sebagian dari para junior tersebut menyadarinya tapi mereka tetap saja tidak mau keluar dari bayang-bayang tersebut,,,mungkin mereka hanya mau numpang eksis dari eksistensi seniornya...untuk mereka yang hanya membenar-benarkan perkataan seniornya....Cape deeeeeeeeeeeeeeee......

SaRanGHaE_eLLinG mengatakan...

Hahahahaha......
Asli,,saya juga rasaji bagaimana senior2 yang mengaktualisasikan dirinya secara kurang tepat.
Aslimi kak,kalau ada pernyataannya senior yang saya tdk setuju pasti saya bilang.Cuman yah itu,,cara ngomongnya harus yang sopanlah.....

Biasa kak.Budaya di kampus memang seperti itu.Saya cuman berharap,,kita2 ini,generasi penerus,tidak berbuat seperti itu.