Jumat, 07 Maret 2008

Again,Again,,,

Sepintar-pintarnya tupai melompat akan terjatuh juga...Mungkin peribahasa ini cocok ditujukan untuk Jaksa Urip yang menangani kasuu BLBI...Tidak pernah terpikir dalam benaknya bahwa uang sejumlah 6,1 milyar tidak akan sempat dia nikmati....

Sepuluh tahun kasus BLBI belum terungkap hingga saat ini...Salim dan keluarganya bahkan masih dapat ongkang-ongkang kaki sambil tertawa puas...Melihat apa yang terjadi pada jaksa Urip,,maka jangan heran kalau kasus ini mengalami "jalan buntu" dan bukan tidak mungkin suatu saat akan "dimakamkan" dan konsekwensinya pemerintah harus mengeluarkan 50-60 trilyun rupiah ( sekedar info,,uang semua itu ) untuk membayar utang-utang KONGLOMERAT...Seperti pemerintah selalu punya dana cadangan lebih buat mereka tapi kalau buat dana pendidikan dan kesehatan pasti kas negara selalu "seret"...Makanya,,RUU BHPlah panacea yang tepat untuk mengatasi permasalahannya...

Belum lagi,,jajaran kejaksaan agung yang TERHORMAT kalang kabut dengan adanya berita suap yang dilakukan oleh Artalyta.Hahahahahahahahaha.....lucu dan menggelikan sekali sikap mereka.Keputusan penghentian pemeriksaan kasus BLBI berselang dua hari dari penangkapan jaksa Urip.Nah pertanyaannya sekarang,,darimana saja ente??Kok baru sekarang kebakaran jenggot??Kenapa bukan semenjak keluar keputusan penghentian kasusnya??Atau kalau mau ekstrimnya,,kenapa gak dati 10 tahun yang lalu??Karena saya yakin,cecurut macam si Urip mah kagak hari ini sajah nongol tapi pasti "urip-urip" ( Baca : Tiku-tikus ) pengerat sejenis sudah ada dari dulu....

Apa yang bisa kita tangkap dari peristiwa di atas??Jangan pernah percaya terhadap pemerintah ( yah,,walaupun Indonesia menggunakan prinsip Trias Politica tapi toh tetep lembaga Yudikatif "disuapin" sama pemerintah juga ).Mempercayai pemerintah adalah "haram" hukumnya...Sudah terlalu banyak hal-hal yang mengecewakan yang dilakukan oleh mereka ...Sudah banyak dosa-dosa politik yang dibuat dan ntahlah apakah dosa itu masih bisa dimaafkan....

Tidak ada yang bisa dipercaya dari pemerintah....Tidak ada Pemimpin Negara yang bisa diandalkan baik itu yang mengaku sebagai cendikiawan atau yang mengaku sebagai turunan dari seorang nasionalis maupun seorang militer yang katanya cukup humanis....Yah,,apa boleh buat mungkin penyadaran dengan sepenuhnya harus dilakukan ditengah-tengah rakyat.Rakyat harus sadar bahwa setiap tanah dan kekayaan di bumi Indonesia ini adalah milik mereka termasuk uang-uang yang dipakai untuk membayar utang-utang PIHAK SWASTA...

Yah mungkin,,dibutuhkan hal-hal ekstrim dan radikal...Kalau toh memang pemerintah hanya bertugas sebagai "penindas" masihkah kita butuh mereka??Masihkah kita butuh negara??

1 komentar:

myth_chin mengatakan...

menarik apa yang coba untuk kita bahas mengenai kasus BLBI yang saat ini hampir bahkan mungkin sudah wafat dengan ditandai oleh media yang coba untuk menyembunyikan hal ini dengan menutupnya lewat kasus penyuapan yang melibatkan artalyta...tapi saya beranggapan bahwa ini tidak secara otomatis membuat kita harus mempertanyakan soal kebutuhan kita akan pemerintahan...karena menurut saya terlepas dari kenyataan bahwa pemerinahan kita ini memiliki banyak kebobrokan, kita masih membutuhkan pemerintahan...mungkin revolusi menjadi pilihan yang lebih bijak ketimbang tawaran konsep anarchy....maaf yah klo agak lancang...